Fajar Zebua

catatan kecil fajar zebua

Fajar Zebua

catatan kecil fajar zebua

Fajar Zebua

catatan kecil fajar zebua.

Fajar Zebua

catatan kecil fajar zebua

Fajar Zebua

catatan kecil fajar zebua

Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

Monday, February 20, 2012

Galau itu Galau

Galau? .. Kata ini sering banget aku dengarkan di hampir setiap lini kehidupanku.. Bahkan seorang teman asal Timor Leste berusaha mencari defenisi Galau lewat internet.. Ya... banyak orang yang masih mencari apa defenisi dari kata ini.
Dari pencarian lewat mbah Google, aku menemukan beberapa orang yang mendefenisikan galau sebagai berikut:
Keadaan Dimana seseorang menjadi murung secara mendadak bisa dibilang mumet banyak pikiran, yang di sebabkan karena kita banyak memikirkan sesuatu yang nggak jelas, jadi ngapain juga kita mikirin si Doi kalau si Doi nggak pernah ngertiin kita, ia nggak sehh? jadi pada intinya adalah Galau itu adalah keadaan dimana kita jadi sedih dan murung karena memikirkan sesuatu “Melancholis deh istilah kerennya
Definisi lainnya :
Galau adalah keadaan dimana seseorang bingung untuk menentukan pilihan.. Merasa susah apa yg akan terjadi nantinya... Apakah sesuai harapan atau tidak... Apakah ini benar atau salah... Apakah ini yg terbaik....bimbang...
 dan masih banyak lagi...

Bagiku, galau adalah keadaan dimana kita berada pada posisi sadar dan tidak sadar (not hypnosis lho)... Keadaan ini aku gambarkan sebagai kebimbangan, kecemasan dan ketidaktenangan jiwa.. Tentu saja ada hal yang memicunya, seperti putus cinta, ditinggalkan pacar, memilih pasangan hidup atau sesuatu yang merujuk pada definisiku tersebut,...

So, mengapa harus galau? Mungkin inilah gambaran sifat manusia yang sebenarnya , dimana tidak bisa sempurna dengan segala yang dipunyainya.. Dan galau akan selalu dirasakan oleh setiap manusia yang bernafas di dunia ini... Kalau galau itu muncul, biarkanlah itu mengalir seperti air mengalir, yang suatu waktu akan bermuara di suatu titik...

Namun bagiku, galau itu jarang banget menghigapi jiwaku.. lho? kok bisa.. ya bisa dong... pikirkanlah hal-hal yang terbaik bisa kamu lakukan, life is to short jika hanya mengikuti keadaan galau... Mau mikir atau tidak, tetap saja kita akan melewatinya... Biarkan jiwa ini bersih dan nyaman dengan perjalanan hidup yang menyenangkan ini...

Finally, mengapa harus galau,.. jangan buat galau itu menjadi galau....

Wednesday, November 17, 2010

Banyak Makan Sayur dan Buah Setelah Makan Kambing atau Sapi

Kambing?? Hmmm... hewan yang satu ini termasuk hewan yang pernah membuatku trauma.. Upss... bagaimana bisa? Awalnya, saya ditawarin makan daging kambing oleh seorang temanku.. Saya memang termasuk orang yang sangat susah memakan sesuatu yang baru, karena dari kecil belum pernah makan daging yang satu ini .. hihihi... So, karena rasa penasaranku semakin besar untuk mencobanya akhirnya kuputuskan untuk memakannya... Dengan penuh keyakinan, kucoba memasukkannya ke mulutku.. and, what's happen? No... Saya muntah semuntah-muntahnya.. Oalah.. ternyata saya ngga tahan dengan baunya.. Hmmm... ini ada kesalahan pada perutku nih..Sampai saat ini, saya belum pernah mencoba memakan daging ini lagi...

Lalu, apa hubungannya dengan judul tulisanku diatas? Tenang-tenang,,,. Ini masih berhubungan dengan kambing juga.. Ternyata setelah makan daging kambing atau sapi, kita dianjurkan makan banyak sayur dan buah. Seperti kita ketahui, daging tinggi lemak dapat menaikkan tekanan darah dan lemak tubuh. Dr Phaidon L Toruan, MM, dokter gizi dan pakar hidup sehat dari Jakarta Anti-aging & Executive Fitness Consultant mengatakan "Daging kambing itu seratnya hampir sama dengan daging sapi yang nggak gampang dicerna dan mudah menempel di usus, jadi bisa bikin kanker usus". Sayur dan buah berfungsi untuk memberikan serat sehat dalam rangka pembersihan usus. Lagi, beliau mengatakan bahwa sebaiknya orang tidak makan lemak daging yang berwarna putih dari daging kambing. Dr Phaidon juga menyarankan daging kambing sebaiknya diolah menjadi sup atau sate saja.

Bagi yang ngerayain hari raya Idul Adha nih, jangan banyak makan daging sapi dan kambing tuh, kecuali jika emang udah doyan.,... hehe.. Finally, saya mengucapkan selamat Idul Adha bagi yang merayakan, Mohon maaf lahir dan batin..:D

Monday, November 15, 2010

Mencoba Damai Dengan Ketakutan

Setiap orang pasti memiliki rasa takut pada sesuatu. Hal itu termasuk wajar karena kita memang dilahirkan sebagai manusia yang memiliki rasa itu... Misalnya :
Ketika mau ujian, apa bisa mengerjakan soal-soalnya dengan baik?
Ketika melamar pekerjaan, apa bisa menyelesaikan pertanyaan yang diajukan?
Ketika melamar calon istri, bagaimana nanti saya menjawab pertanyaan orangtuanya?

Beberapa contoh yang saya kemukakan diatas sedikitnya menuju pada ketakutan kita menghadapi kenyataan yang ada.. Saya sering berada pada keadaan tersebut dan sering kali ketakutan itu membunuh karakterku.. Rasa takut biasanya berhubungan dengan perasaan kita, pikiran kita, memori kita,atau kata-kata yang diucapkan, kecuali jika kita memang berada dalam bahaya. Kadangkala rasa takut itu perlu kita terima sehingga tahu apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya.
Berikut ada beberapa tips untuk berdamai dengan ketakutan, kesedihan dalam keadaan yang lebih positif :

Friday, November 12, 2010

Maaf dan Cinta

Sama-sama satu kata, "Maaf" dan "Cinta"... Kedua kata ini memiliki makna yang berbeda.. Dan bukan sesuatu yang mudah untuk mengucapkan kata ini.. Bagaikan sebilah pisau tajam, kata-kata ini bisa menusuk hati... woww....how's great.. 

Apa itu maaf? apa esensinya? 

Meminta maaf berarti memahami kesalahan yang dibuat dan sadar untuk tidak melakukannya lagi. Ketika kita meminta maaf pada orang lain, itu berarti bahwa kita memahami betul apa yang menjadi kesalahan kita. Jika kita belum paham kesalahan yang dibuat, maka hal itu sama saja dengan sebuah ATM kosong tanpa duit alias nol.

Monday, November 8, 2010

Membantu Untuk Menyenangkan Orang Lain

Hari ini saya lalui dengan capek campur bahagia.. Awalnya, jam 11 pagi tadi disuruh datang oleh Bu Dekan untuk ngumpul di kampus.. Ternyata, beberapa mahasiswa sudah ngumpul dan sedang menunggu Tim dari PMI.. Ohh... hari ini ada acara penyaluran bantuan pada korban merapi.. Asyikk.. like this!

Ada dua bagian bantuan yang akan diberikan yaitu : bantuan sebagai relawan dan bantuan logistik, pakaian.. Beberapa mahasiswa dari Program Studi Ilmu Keperawatan akan bergabung sebagai relawan bersama-sama dengan tim dari PMI Jogja.. Bantuan logistik dan pakaian akan kami distribusikan untuk keluarga mahasiswa korban merapi.

Saturday, November 6, 2010

Mencintai Sepenuh Hati Untuk Dicintai Sepenuhnya

Saya masih ingat ketika memulai kehidupan baru di Yogyakarta. Tepatnya di tahun 2002, saya menginjakkan kaki di Yogyakarta untuk menimba ilmu.. Harapan paling utama adalah menjadi yang terbaik bagi orangtua.. Pada saat itu, yang terlintas di benakku adalah kuliah dengan sungguh-sungguh alias kuliah sepenuh hati. Semester demi semester kulalui dengan hasil yang memuaskan  dengan IP di kisaran 3,8 - 4.0.. Wow,.sebuah angka yang fantastis bagi sebagian orang.. (bangga mode:ON).. Hmmm... ya..ya... nilai tersebut didapatkan bukan karena doa saja, tetapi ada usaha untuk  itu... Belajar dengan sepenuh hati adalah kuncinya...

Bicara tentang sepenuh hati, juga berlaku untuk menjalani kehidupan ini. "Apa yang bisa didapatkan seseorang jika sudah berbuat sepenuh hati?" Sebuah pertanyaan yang sangat menarik... Jawaban sebagian besar orang untuk pertanyaan itu yakni "mendapatkan hasil yang baik" atau "mendapatkan hasil yang maksimal", atau "mendapatkan yang tidak mungkin menjadi mungkin". Atau bahkan ada juga yang menjawab "Pasti mendapatkan penghargaan atau pujian". Tentu saja tidak ada yang salah dengan jawaban-jawaban seperti itu. Yang mau saya tekankan adalah bahwa tidak semua yang dilakukan dengan sepenuh hati pasti mendapatkan hasil yang maksimal atau memuaskan atau bahkan pujian dari orang lain. Orang di sekeliling kita ada yang beranggapan bahwa yang kita lakukan belum sepenuh hati, padahal kita sudah melakukannya dengan sungguh-sungguh. Karena sebenarnya yang mengetahui sesuatu itu sudah dilakukan sepenuh hati adalah diri kita sendiri.